Kesiapan Lapangan Dressage Dan Show Jumping Sea Games 2018

Pordasi (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) berkoordinasi secara berkala dengan INASGOC (Indonesian Asian Games Organizing Committee) atau panitia pelaksana Asian Games 2018 khususnya bagian Venue and Environtment terkait kesiapan JIEPP (Jakarta Internasional Equestrian Pulomas Park) yang diselenggarakan pada tanggal 3 hingga 5 november dan juga 1 hingga 3 desember dapat berjalan dengan lancar dan baik karena dukungan dari venue yang maksimal. Rangkaian tes event Road to Asian Games 2018 yang diselenggarakan oleh INASGOC bekerja sama dengan PB/PP nasional (induk organisasi olahraga nasional) yang tidak hanya bertujuan untuk menguji apakah panitia sudah siap dengan rangkaian event mendatang. Selain itu kesiapan dari venue untuk kompetisi itu sendiri juga harus menjadi prioritas. Sehingga ketika hari H telah tiba, semuanya sudah tersedia mulai dari tempat untuk berkompetisi seperti lapangan olahraga sudah dapat digunakan dan sesuai dengan standar internasional.

Terlihat dari test event untuk cabang equestrian atau olahraga berkuda seperti kuda lompat rintangaan yang betajuk FEI Wold Jumping Challenge 2017 lalu yang berlangsung di Arthayasa Stables yang terletak di Limo, Depok, Jawa Barat. Dari semua format pertandingan untuk test event equestrian, semuanya akan menggunakan sistem CCI atau Concours Complete International, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari penuh. Event ini dilaksanakan dengan menggunakan urutan nomer lomba seperti dressage dan juga show jumping di hari pertama untuk babak pendahuluan, kemudian cross country di hari kedua dan dressage serta jumping babak final di hari ketiga. Pordasi sebagai pelaksana lomba telah membuat test event equestrian di dua venue kompetisi, yaitu di Arthayasa Stables untuk dressage dan show jumping dan lomba cross country dilaksanakan di JIEPP. Kedua test event telah berlangsung dengan lancar tanpa ada kendala berarti. Hanya ada satu persiapan yang kurang matang, yaitu di venue JIEPP untuk lomba cross country. Awalnya akan digunakan sistem CCI, namun akhirnya sistem tersebut diubah dengan show jumping akan dipertandingkan terlebih dahulu, lalu diikuti oleh lomba cross country. Format yang digunakan juga berubah menjadi CIC.

Perubahan yang diambil sesuai dengan peraturan dari FEI atau Federasi Equestrian Internasional, karena seperti yang dijelaskan di atas ketika dilakukan inspeksi oleh juri dan agen bola, terdapat beberapa rintangan yang perlu diperbaiki. Itulah tujuan dari test event, untuk mengetahui kesiapan dari masing-masing venue. Ketika diketahui adanya kekurangan atau hal-hal yang perlu diperbaiki, maka bisa diambil langkah perbaikan sejak dini sehingga persiapan venue tidak akan molor dan akan sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Akhirnya pun dua cabang equestrian akan dilakukan di Pulomas semuanya, tidak lagi di Arthayasa Stables karena nantinya cabang pentathlon akan dilaksanakan di Arthayasa Stables.