Lomba Pacuan Kuda Di Berbagai Daerah Indonesia

Spread the love

 

Lomba Pacuan Kuda Di Berbagai Daerah Indonesia

Lomba Pacuan Kuda Di Berbagai Daerah Indonesia – Pacuan kuda merupakan tradisi kental yang selalu saja dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan tidak jarang pada beberapa daerah pacuan kuda dijadikan sebagai suatu ritual yang wajib dilakukan setiap tahunnya seperti Aceh, Nusa Tenggara Barat dan Sumatera Barat. Di daerah – daerah tersebut, pacuan kuda telah menjadi budaya.

Di Bima, Nusa Tenggara Barat lomba pacuan kuda tradisional disebut sebagai Pacoa Jara yang telah digelar sejak tahun 1927. Di Aceh tepatnya di daerah Takengon, lomba pacuan kuda ini sudah dilakukan sejak era kolonial Belanda dan seringkali dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara sebagai destinasi wisata.

Jumping-royan – Di daerah Sumatera Barat, lomba pacuan kuda pun digelar secara rutin sejak bangsa Indonesia masih belum merdeka. Tidak sedikit masyarakat di Sumatera Barat yang hobi berkuda. Menariknya, di daerah Sumatera Barat pacuan kuda tidak hanya dijadikan sebagai festival dan sarana olahraga, melainkan juga dapat dijadikan sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat.

Pacuan Kuda Akan Terus Digalakkan

Beberapa alasan pacuan kuda terus dimainkan oleh masyarakat, diantaranya :

1. Wali kota Bukit Tinggi meyakini pacuan kuda akan terus berkembang
Seorang wali kota dari Bukit Tinggi yakin bahwa pacuan kuda di daerahnya akan terus berkembang seiring dengan perkembangan waktu. Pacuan kuda tradisional merupakan nyawa dari Sumatera Barat dan menjadi bakal perkembangan daerah. Hal tersebut langsung diungkapkan oleh Ramlah. Pemimpin pordasi daerah Bukit Tinggi sangat memperhatikan daerahnya, termasuk pada bidang olahraga seperti pacuan kuda. Ramlan mengungkapkan bahwa ia percaya dan yakin dengan adanya pemimpin pordasi terbuka dalam sebuah organisasi serta berkeinginan untuk mengembangkannya, menjadikan daerah semakin lebih maju. Disamping itu, ia juga berharap adanya fasilitas tenaga tambahan dan pelatih dari pacuan kuda Poi Paruntu.

Lomba Pacuan Kuda Di Berbagai Daerah Indonesia

2. Ketua umum KONI memuji keberadaan kuda lokal
Kegiatan pacuan kuda yang sangat populer membuat Marcino Norman, Ketua Komite Olahraga atau biasa disebut dengan KONI dan Triwatty yang merupakan ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia atau PP Pordasi dengan sengaja mendatangi perlombaan pacuan kuda tradisional dan Open Race di wilayah Payakumbuh, Sumatera Barat pada tanggal 27 Februari 2020. Marcino dan Triwatty sangat terkesan dengan budaya dari pacuan kuda yang membuat menjadi salah satu detak jantung perekonomian masyarakat. Bahkan, ketua KONI memuji adanya industri kuda pacu di daerah Sumatera Barat. Disamping kegiatan kompetisi yang diadakan secara rutin, peternak kuda pun mampu menghasilkan kuda yang mumpuni dalam pacuan. Marciano mengaku sangat bangga melihat kuda – kuda pacuan yang ada sebagai hasil ternak kuda lokal. Maka tak heran jika sampai saat ini kuda kerap dijadikan sebagai lomba pacuan.

Baca juga :Lomba Pacuan Kuda Yang Ada Di Indonesia

3. Ketertiban penonton dalam pacuan kuda tradisional bermasalah
Meskipun pacuan kuda berjalan dengan lancar dan banyak disukai masyarakat, terdapat sedikit masalah yakni penonton yang sulit ditertibkan. Tempat penonton yang biasanya hanya dipadati 15 ribu orang menyisakan beraneka sampah yang dapat membahayakan keberadaan kuda pacu karena dapat tergelincir.

Disamping itu, beberapa penonton pun kurang tertib dikarenakan masuk ke lintasan pada saat kuda akan memasuki garis finish. Dari hal tersebut, tentu akan membahayakan joki, kuda dan tentunya masyarakat itu sendiri.  Itulah beberapa informasi tentang perlombaan pacuan kuda yang sampai saat ini masih banyak digemari oleh masyarakat. Semoga bermanfaat.
.

 

Tagged ,