Lompat rintangan merupakan salah satu cabang olahraga yang sering diperlombakan dalam olimpiade bergengsi maupun SEA Games. Lompat rintang adalah hal yang biasa dilakukan oleh kuda di alam bebas ketika akan menghindari berbagai rintangan seperti bebatuan maupun tumbuh-tumbuhan ketika sedang berlari. Untuk meningkatkan kemampuan kuda dalam melompati berbagai rintangan membutuhkan latihan yang rutin dan juga mempelajari berbagai teknik yang ada. Dalam mempelajari teknik pun kuda akan diajari secara bertahap. Tentu saja latihan lompat rintangan tidak hanya berlaku untuk kuda saja, namun juga untuk penunggangnya. Umumnya latihan jumping untuk kuda dan penunggangnya (atletnya) biasa dilakukan 2 kali hingga 3 kali dalam sehari, dan latihannya 6 hari dalam seminggu.

Olahraga lompat rintangan berkuda ini disebut sebagai show jumping. Olahraga ini merupakan salah satu kegiatan yang digemari oleh para penunggang kuda di Irlandia pada zaman dahulu. Di Irlandia terdapat lahan hijau yang sangat luas, selain itu infrastruktur pada zaman tersebut juga masih minim sehingga lebih banyak tanah kosong. Para penunggang kuda zaman dahulu biasa memotong jalan dengan melewati pagar-pagar rumah, tembok dan rintangan alam lainnya yang membatasi antara lahan pertanian dengan tanah atau jalan lainnya. Akhirnya kegiatan tersebut berkembang dan menjadi sebuah olahraga yang diperlombakan pada tahun 1752 dengan nama steeplechase.

Pada olahraga show jumping sekarang, tujuan dari olahraga tersebut adalah menyelesaikan lintasan yang sudah ditentukan tanpa menjatuhkan satupun rintangan. Lintasan atau course sudah di rancang sedemikian rupa sehingga untuk setiap pertandingan show jumping akan berbeda, selain itu tingkat kesulitannya pun berbeda-beda tergantung dari level pertandingan tersebut. Setidaknya panjang lintasan untuk show jumping adalah 150 meter dan maksimal 1200 meter. Luas lintasan dengan standar internasional adalah sebesar 90×45 meter dengan alas berupa pasir ataupun rumput. Jenis rintangannya ada bermacam-macam, ada berupa rintangan lomat tinggi seperti upright, wall dan juga vertical dengan maksimal tingginya 1,6 meter. Pakar cukup terkesan dengan jenis olahraga ini.

Lalu ada lompat jauh seperti water jump dengan lebar sekitar 2,5 meter hingga 4,5 meter, lompat tinggi jauh seperti triple bar atau oxer dengan maksimal tinggi 1,6 meter dan lebar maksimal 2,2 meter. Rintangan tersebut bisa berdiri sendiri atau merupakan kombinasi dari dua hingga tiga rintangan dengan jarak antar rintangan minimal sejauh 6,5 meter dan maksimal 12 meter. Sedangkan untuk batang kayu atau poles, memiliki panjang 3,5 – 4 meter dengan diameter 10 cm, biasanya diletakkan di cups yang dipasang di sayap rintangan, apabila tersentuh kaki kuda maka poles tersebut dapat jatuh. Ketika ada rintangan yang terjatuh, maka atlet berkuda tersebut memiliki tingkat kekalahan semakin tinggi. Maka dari itu butuh latihan yang cukup agar bisa memenangkan pertandingan show jumping.